Nopima’s Blog

bukan apa-apa, hanya sekedar tulisan biasa

Instalasi LTSP di Ubuntu Sabily 10.04

leave a comment »

Kemarin, saya mencoba untuk mengganti sistem operasi pada komputer yang ada di lab komputer sekolah, dari yang asalnya menggunakan Ubuntu 9.10 menjadi Sabily 10.04. Sebetulnya sabily sendiri adalah distro linux turunan ubuntu yang sebelumnya dikenal dengan nama Ubuntu Muslim Edition (Ubuntu ME). Perbedaannya, distro ini sudah dikustomisasi dengan menampilkan cita rasa islami, baik dari segi perwajahan/tampilan desktop, maupun dengan ditambahkannya beberapa perangkat lunak islami.

Dalam postingan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan LTSP dengan menggunakan Sabily 10.04. Sebetulnya, caranya sama saja dengan cara mengimplementasikan LTSP di Ubuntu. Tapi karena saya menggunakan Sabily, jadi saya sengaja tulis pada bagian judul Ubuntu Sabily 10.04, agar lebih sesuai dengan lingkungan kerja yang saya gunakan.

O ya, bagi yang masih belum kenal dengan LTSP, secara singkat dapat saya sebutkan bahwa LTSP adalah suatu sistem yang terdiri dari server dan beberapa komputer client yang terhubung dalam suatu jaringan, dengan sistem operasi dan seluruh aplikasi dipasang di sisi server saja. Sementara klien, mengambil sumber daya sistem operasi dan aplikasi yang berada di sisi server, sehingga tidak membutuhkan hard disk. Biasanya, LTSP diterapkan untuk mengoptimalkan komputer-komputer yang lama. Ok, kalau masih belum jelas, silakan anda cari literatur yang lain.

Prosedur Instalasi LTSP

1)  Pastikan sabily telah terinstalasi dengan baik pada komputer Anda, dan pastikan juga Anda telah terhubung ke internet.

2) Buka terminal (Application -> Accessories -> Terminal)

3) Masuk sebagai Super User

sudo su

(masukkan password)

4) Download dan install paket-paket program yang dibutuhkan, dalam hal ini ada dua: ltsp-server-standalone dan openssh-server

apt-get install ltsp-server-standalone openssh-server

Jika ada permintaan konfirmasi selama instalasi, jawab saja Y/y sesuaikan dengan permintaannya.

Dalam tahap ini mungkin Anda akan menemukan pesan bahwa service DHCP gagal dijalankan, hal ini karena konfigurasi DHCP belum kita sesuaikan dengan settingan komputer kita.

5)  Sebelum melakukan pengaturan konfigurasi DHCP, pastikan bahwa komputer Anda telah memiliki IP statis. Atau jika anda bingung, lakukan saja pemberian alamat IP statis dengan perintah ini:

ifconfig eth0 192.168.0.1

perintah di atas digunakan untuk memberi alamat IP 192.168.0.1 kepada komputer Anda

6) Jika alamat IP komputer Anda bukan 192.168.0.1, maka Anda mungkin harus melakukan pengeditan pada file konfigurasi DHCP, dalam hal ini kita gunakan aplikasi text editor gedit

gedit /etc/ltsp/dhcpd.conf

simpan hasil perubahan, kemudian tutup kembali aplikasi gedit-nya.

7)  Sekarang, kita harus membangun lingkungan LTSP yang akan kita gunakan, masih di terminal ketikkan perintah ini:

ltsp-build-client

Tunggu beberapa saat, tahap ini akan memakan waktu yang cukup lama, tergantung dengan spesifikasi komputer Anda dan kecepatan koneksi internet yang Anda miliki. Di komputer yang saya gunakan (yang spesifikasinya sudah lumayan bagus), proses ini memakan waktu sekitar satu jam.

8) Baik, server LTSP sudah siap digunakan. Coba nyalakan komputer client, jangan lupa atur settingan konfigurasi BIOS pada setiap komputer client agar proses booting dilakukan dari kartu jaringan.

selamat mencoba

Iklan

Written by nopima

27 Agustus 2010 at 09:32

Adab Berpakaian

leave a comment »

  1. Larangan laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki.
  2. Anjuran menampakkan nikmat Alloh dalam berpakaian
  3. Mendahulukan yang kanan (ketika memakai pakaian) dan yang kiri (ketika melepas pakaian).
  4. Berdo’a ketika memakai pakaian
    { الْحَمْدُ لِلَهِ الَّذِيْ كَسَا نِيْ هَذَا الثَّوْبَ ، وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ}
    (Lihat “Hisnul Muslim” hal.11-12)
  5. Berdo’a apabila memakai pakaian baru
    {اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِمَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا صُنِعَ لَهُ}
    (Lihat “Hisnul Muslim” hal.12)
  6. Larangan isbal (memanjangkan pakaian melebihi mata kaki)
  7. Haramnya emas dan sutra bagi laki-laki
  8. Larangan memakai pakaian yang bersalib dan bergambar
  9. Anjuran memakai pakaian warna putih

Sumber: Majalah Al-Furqon Edisi 7 Thn III hal.36-39. Gresik. dengan tambahan dari penyusun.

Written by nopima

20 April 2009 at 09:03

Ditulis dalam Adab-Adab Islami

Tagged with

Adab Makan

leave a comment »

Mau makan …?
Jangan lupa adab-adab berikut ini …!

  • Membaca basmalah, demi mengharap keberkahan dan mencegah syaithan ikut makan bersama kita.
  • Wajib makan dengan tangan kanan, berdasarkan perintah Rosululloh shalallaahu ‘alaihi wa sallam.
  • Disunnahkan makan dengan 3 jari dan menjilatinya selesai makan serta mengambil suapan yang jatuh.
  • Tidak boleh makan dengan bersandar.
  • Tidak boleh mencela makanan halal.
  • Disunnahkan bercakap-cakap ketika makan dan memuji makanan meskipun sedikit.
  • Mendahulukan orang tua ketika makan.
     Kita boleh makan sendiri-sendiri ataupun berjamaah.
     Jika diundang jamuan makan, selayaknya kita memperhatikan adab-adab berikut:
  1. Wajib memenuhi undangan, walaupun sedang berpuasa.
  2. Disunnahkan untuk mendo’akan yang mengundang
    {اللَّهُمَّ بَا رِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَا رْحَمْهُمْ } (HR.Muslim 3/1615)
  3. Tidak wajib menghadiri undangan yang di dalamnya terdapat maksiat.
  4. Disunnahkan memulai makan dari tepi wadah dan bukan dari tengah.
  5. Tidak boleh bagi orang yang tidak diundang untuk ikut makan, kecuali dengan izin tuan rumah.
  6. Tidak seyogyanya bagi tuan rumah mengkhususkan hanya mengundang orang-orang kaya dan terpandang saja, tanpa menyertakan orang-orang miskin.

Written by nopima

20 April 2009 at 09:01

Ditulis dalam Adab-Adab Islami

Tagged with

Adab-Adab Hari Jum’at

leave a comment »

  • Memperbanyak do’a dan mendekatkan diri kepada Alloh, karena di hari Jum’at terdapat waktu yang mustajab (dikabulkannya do’a)
  • Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
  • Mandi besar, memakai wangi-wangian dan memakai pakaian yang terbagus.
  • Membaca Al-Qur’an surat Al-Kahfi.
  • Bersegera untuk datang lebih awal pada sholat Jum’at.
  • Hendaknya mengerjakan sholat sunnah empat rokaat setelah sholat Jum’at.

Written by nopima

20 April 2009 at 08:59

Ditulis dalam Adab-Adab Islami

Adab – Adab Meminta Izin

leave a comment »

  • Batasan meminta izin untuk bertamu ke rumah orang lain adalah sebanyak tiga kali saja.
  • Hendaknya tidak berdiri tepat menghadap di depan pintu ketika meminta izin.
  • Apabila hendak masuk suatu rumah, maka katakanlah “Assalaamu ‘alaikum”, bolehkah aku masuk?
  • Sangat dianjurkan untuk menggerakkan sandalnya dalam meminta izin ketika mau masuk rumahnya atau berdehem, yang dimaksudkan agar penghuni rumah tidak terlihat dalam kondisi yang tidak mereka inginkan atau dia inginkan.

Sumber:Aadaab Islamiyyah (terjemah).hal 155.Cet kedua.Pustaka Ibnu Katsir.Bogor.

Written by nopima

20 April 2009 at 08:57

Ditulis dalam Adab-Adab Islami

Adab-Adab di Masjid

leave a comment »

Adab Menuju Masjid

  1. Berpakaian indah.
  2. Menjauhi makanan yang tidak sedap baunya.
  3. Bersegera menuju masjid.
  4. Berjalan menuju masjid dengan tenang.
  5. Do’a ketika menuju masjid.
  6. Mendahulukan kaki kanan ketika masuk masjid dan berdo’a.
  7. Sholat tahiyatul masjid.
  8. Menunggu sholat dengan berdzikir dan berdo’a.
  9. Larangan keluar masjid setelah adzan.
  10. Larangan mencari barang yang hilang di dalam masjid.
  11. Bolehnya tidur terlentang.
  12. Dibolehkan tidur di dalam masjid bagi orang yang membutuhkannya.
  13. Larangan jual beli di dalam masjid.
  14. Termasuk sunnah sholat memakai sandal di dalam masjid.
  15. Bolehnya makan dan minum di masjid.
  16. Bolehnya membawa anak kecil ke dalam masjid.
  17. Larangan meludah ke arah kiblat.
  18. Boleh bagi wanita keluar menuju masjid dan sholat berjamaah, dengan syarat menjauhi segala bentuk yang dapat menimbulkan fitnah dan syahwat, dan hendaklah mereka meminta izin kepada suami-suami mereka.
  19. Keluar dengan kaki kiri dan berdo’a.

Written by nopima

20 April 2009 at 08:56

Ditulis dalam Adab-Adab Islami

ETIKA BERMAJELIS

leave a comment »

  • Peringatan dari majelis yang tidak disebutkan didalamnya nama Alloh.
  • Memilih teman duduk yang baik.
  • Memulai salam ketika masuk majelis.
  • Dibencinya membangunkan seseorang dari tempat duduknya.
  • Larangan memisahkan dua orang yang duduk.
  • Duduk sedapatnya.
  • Duduk mendekat.
  • Duduk dengan tenang dan khusyu’.
  • Larangan berbisik-bisik.
  • Larangan banyak tertawa dalam majelis.
  • Dibencinya sendawa.
  • Izin ketika hendak meninggalkan majelis.
  • Do’a penutup majelis.

(Sumber: Majalah Al-Furqon Edisi 10/Thn III/Jumadil Awwal 1425 H. hal 32-35. Gresik)

Written by nopima

20 April 2009 at 08:51

Ditulis dalam Adab-Adab Islami