Nopima’s Blog

bukan apa-apa, hanya sekedar tulisan biasa

Archive for the ‘Adab-Adab Islami’ Category

Adab Berpakaian

leave a comment »

  1. Larangan laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki.
  2. Anjuran menampakkan nikmat Alloh dalam berpakaian
  3. Mendahulukan yang kanan (ketika memakai pakaian) dan yang kiri (ketika melepas pakaian).
  4. Berdo’a ketika memakai pakaian
    { الْحَمْدُ لِلَهِ الَّذِيْ كَسَا نِيْ هَذَا الثَّوْبَ ، وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ}
    (Lihat “Hisnul Muslim” hal.11-12)
  5. Berdo’a apabila memakai pakaian baru
    {اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِمَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا صُنِعَ لَهُ}
    (Lihat “Hisnul Muslim” hal.12)
  6. Larangan isbal (memanjangkan pakaian melebihi mata kaki)
  7. Haramnya emas dan sutra bagi laki-laki
  8. Larangan memakai pakaian yang bersalib dan bergambar
  9. Anjuran memakai pakaian warna putih

Sumber: Majalah Al-Furqon Edisi 7 Thn III hal.36-39. Gresik. dengan tambahan dari penyusun.

Written by nopima

20 April 2009 at 09:03

Ditulis dalam Adab-Adab Islami

Tagged with

Adab Makan

leave a comment »

Mau makan …?
Jangan lupa adab-adab berikut ini …!

  • Membaca basmalah, demi mengharap keberkahan dan mencegah syaithan ikut makan bersama kita.
  • Wajib makan dengan tangan kanan, berdasarkan perintah Rosululloh shalallaahu ‘alaihi wa sallam.
  • Disunnahkan makan dengan 3 jari dan menjilatinya selesai makan serta mengambil suapan yang jatuh.
  • Tidak boleh makan dengan bersandar.
  • Tidak boleh mencela makanan halal.
  • Disunnahkan bercakap-cakap ketika makan dan memuji makanan meskipun sedikit.
  • Mendahulukan orang tua ketika makan.
     Kita boleh makan sendiri-sendiri ataupun berjamaah.
     Jika diundang jamuan makan, selayaknya kita memperhatikan adab-adab berikut:
  1. Wajib memenuhi undangan, walaupun sedang berpuasa.
  2. Disunnahkan untuk mendo’akan yang mengundang
    {اللَّهُمَّ بَا رِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَا رْحَمْهُمْ } (HR.Muslim 3/1615)
  3. Tidak wajib menghadiri undangan yang di dalamnya terdapat maksiat.
  4. Disunnahkan memulai makan dari tepi wadah dan bukan dari tengah.
  5. Tidak boleh bagi orang yang tidak diundang untuk ikut makan, kecuali dengan izin tuan rumah.
  6. Tidak seyogyanya bagi tuan rumah mengkhususkan hanya mengundang orang-orang kaya dan terpandang saja, tanpa menyertakan orang-orang miskin.

Written by nopima

20 April 2009 at 09:01

Ditulis dalam Adab-Adab Islami

Tagged with

Adab-Adab Hari Jum’at

leave a comment »

  • Memperbanyak do’a dan mendekatkan diri kepada Alloh, karena di hari Jum’at terdapat waktu yang mustajab (dikabulkannya do’a)
  • Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
  • Mandi besar, memakai wangi-wangian dan memakai pakaian yang terbagus.
  • Membaca Al-Qur’an surat Al-Kahfi.
  • Bersegera untuk datang lebih awal pada sholat Jum’at.
  • Hendaknya mengerjakan sholat sunnah empat rokaat setelah sholat Jum’at.

Written by nopima

20 April 2009 at 08:59

Ditulis dalam Adab-Adab Islami

Adab – Adab Meminta Izin

leave a comment »

  • Batasan meminta izin untuk bertamu ke rumah orang lain adalah sebanyak tiga kali saja.
  • Hendaknya tidak berdiri tepat menghadap di depan pintu ketika meminta izin.
  • Apabila hendak masuk suatu rumah, maka katakanlah “Assalaamu ‘alaikum”, bolehkah aku masuk?
  • Sangat dianjurkan untuk menggerakkan sandalnya dalam meminta izin ketika mau masuk rumahnya atau berdehem, yang dimaksudkan agar penghuni rumah tidak terlihat dalam kondisi yang tidak mereka inginkan atau dia inginkan.

Sumber:Aadaab Islamiyyah (terjemah).hal 155.Cet kedua.Pustaka Ibnu Katsir.Bogor.

Written by nopima

20 April 2009 at 08:57

Ditulis dalam Adab-Adab Islami

Adab-Adab di Masjid

leave a comment »

Adab Menuju Masjid

  1. Berpakaian indah.
  2. Menjauhi makanan yang tidak sedap baunya.
  3. Bersegera menuju masjid.
  4. Berjalan menuju masjid dengan tenang.
  5. Do’a ketika menuju masjid.
  6. Mendahulukan kaki kanan ketika masuk masjid dan berdo’a.
  7. Sholat tahiyatul masjid.
  8. Menunggu sholat dengan berdzikir dan berdo’a.
  9. Larangan keluar masjid setelah adzan.
  10. Larangan mencari barang yang hilang di dalam masjid.
  11. Bolehnya tidur terlentang.
  12. Dibolehkan tidur di dalam masjid bagi orang yang membutuhkannya.
  13. Larangan jual beli di dalam masjid.
  14. Termasuk sunnah sholat memakai sandal di dalam masjid.
  15. Bolehnya makan dan minum di masjid.
  16. Bolehnya membawa anak kecil ke dalam masjid.
  17. Larangan meludah ke arah kiblat.
  18. Boleh bagi wanita keluar menuju masjid dan sholat berjamaah, dengan syarat menjauhi segala bentuk yang dapat menimbulkan fitnah dan syahwat, dan hendaklah mereka meminta izin kepada suami-suami mereka.
  19. Keluar dengan kaki kiri dan berdo’a.

Written by nopima

20 April 2009 at 08:56

Ditulis dalam Adab-Adab Islami

ETIKA BERMAJELIS

leave a comment »

  • Peringatan dari majelis yang tidak disebutkan didalamnya nama Alloh.
  • Memilih teman duduk yang baik.
  • Memulai salam ketika masuk majelis.
  • Dibencinya membangunkan seseorang dari tempat duduknya.
  • Larangan memisahkan dua orang yang duduk.
  • Duduk sedapatnya.
  • Duduk mendekat.
  • Duduk dengan tenang dan khusyu’.
  • Larangan berbisik-bisik.
  • Larangan banyak tertawa dalam majelis.
  • Dibencinya sendawa.
  • Izin ketika hendak meninggalkan majelis.
  • Do’a penutup majelis.

(Sumber: Majalah Al-Furqon Edisi 10/Thn III/Jumadil Awwal 1425 H. hal 32-35. Gresik)

Written by nopima

20 April 2009 at 08:51

Ditulis dalam Adab-Adab Islami

Adab Menghadiri Undangan

leave a comment »

  1. Hendaknya tidak membuat pengundang berlama-lama menunggu, karena hal ini membuat pihak pengundang menjadi gelisah. Dan hendaknya tidak datang terlalu awal, sehingga mengejutkan pihak pengundang sebelum mereka membuat persiapan, karena yang demikian itu dapat mengganggu pihak pengundang.
  2. Jika ia masuk ke rumah pengundang, ia tidak boleh menonjolkan dirinya di pertemuan, namun selayaknya baginya untuk bersikap tawadhu’ di dalamnya dan jika tuan rumah (pengundang) menyuruhnya duduk di salah satu tempat, maka dia harus duduk di tempat itu dan tidak boleh pindah darinya.
  3. Pihak pengundang harus segera menghidangkan makanan kepada para tamunya, karena dengan menyegerkan penghidangan makanan kepada tamunya termasuk perbuatan memuliakan tamu. Dan syariat Islam telah memerintahkan umatnya untuk memuliakan tamunya.
  4. Hendaklah bagi tuan rumah tidak cepat-cepat membereskan makanan sebelum tangan tamu diangkat daripadanya dan selesai menikmati makanannya.
  5. Hendaknya si pengundang (tuan rumah) dapat menghidangkan makanan secukupnya kepada para tamunya, apabila hidangan tersebut terlalu sedikit itu mengurangi kesopanan (kedermawanan) dan hidangan yang terlalu banyak itu mencerminkan perbuatan riya’ (berlebihan). Dan kedua hal tersebut (menghidangkan makanan yang terlalu sedikit dan terlalu banyak) adalah perbuatan tercela.
  6. Apabila ada tamu singgah di rumah seseorang, ia tidak boleh singgah (menginap) di rumah tersebut lebih dari tiga hari, terkecuali jika tuan rumah memintanya untuk tetap tinggal di dalam rumahnya. Apabila tamu tersebut ingin keluar (pulang), ia harus izin kepada tuan rumah.
  7. Bagi tuan rumah sudah selayaknya mengajak jalan-jalan tamunya keluar rumah.
  8. Jika seorang tamu pergi dari rumah yang disinggahinya, maka ia harus pergi dengan lapang dada, kendatipun misalnya ia mendapatkan perlakuayang tidak selayaknya dari tuan rumah. Sikap lapang dada itu termasuk akhlak mulia, di mana dengannya seseorang dapat menymai derajat orang yang berpuasa dan derajat orang yang melakukan shalat Tahajjud.

Sumber : Aadab Islaamiyyah (terjemah). Hal 59-62. Pustaka Ibnu Katsir. Bogor.

Written by nopima

20 April 2009 at 08:41

Ditulis dalam Adab-Adab Islami